rakor inovasi daerah BAPPELITBANGDA KAB.CIREBON bersama lipi dan bp2d provinsi jabar

Inovasi menurut Roger (2003) adalah sebuah ide, praktek, atau objek yang dianggap baru oleh individu satu unit adopsi lainnya.Wibisono (2006) mengemukakan cara yang paling mudah untuk mendeteksi keberhasilan inovasi adalah melalui pengecekan didapatkannya pelanggan baru (akuisisi pelanggan), pertumbuhan penjualan, loyalitas pelanggan, dan peningkatan marjin keuntungan.

Atribut inovasi terdiri dari: (a)  Keuntungan Relatif (mempunyai keunggulan dan nilai lebih dibandingkan dengan inovasi sebelumnya). (b) Kesesuaian dengan inovasi yang digantinya, (c). Kerumitan, (d) Kemungkinan dicoba, dan (e)  Kemudahan diamati.

Adapun faktor yang menentukan keberhasilan difusi inovasi adalah:

  1. Karakteristik inovasi (produk), sebuah produk baru dapat dengan diterima oleh konsumen (masyarakat) jika produk tersebut mempunyai keunggulan relatif. Artinya produk baru akan menarik konsumen jika produk tersebut mempunyai kelebihan dibandingkan produk-produk yang sudah ada sebelumnya di pasar, mampu memenuhi kebutuhan, nilai-nilai, dan keinginan konsumen secara konsisten, mudah digunakan.
  2. Saluran komunikasi, inovasi akan menyebar pada konsumen yang ada di masyarakat melalui saluran komunikasi yang ada.
  3. Upaya perubahan dari agen, perusahaan harus mampu mengidentifikasi secara tepat opinion leader untuk mempengaruhi konsumen atau masyarakat dalam menerima dan menggunakan produk baru (inovasi).
  4. Sistem Sosial, pada umumnya sistem sosial masyarakat modern lebih mudah menerima inovasi (Rogers, 2003).

Untuk memberikan inovasi yang berdaya guna, riset perlu dilakukan, akan tetapi kendala biaya riset yang cukup besar membuat aspek inovasi sulit untuk diterapkan. Keberadaan riset dan dukungan ilmu pengetahuan serta teknologi juga dapat meningkatkan daya saing dan kemandirian dalam hal ekonomi agar industrialisasi di Indonesia menjadi inklusif dan berkelanjutan. Saat ini, proporsi anggaran riset pemerintah terhadap PDB Indonesia dari tahun 2015 sampai 2018 cenderung menurun.

  • Narasumber:
    • Dr. Didi Rosiyadi, S.Kom,. M.Kom. dari Pusat Penelitian Informatika  P2I LIPI.
    • Dewi Gartika, S.Si., M.Si, dari BP2 Provinsi Jawa Barat.
  • Acara Rapat Koordinasi Inovasi Daerah Kabupaten Cirebon dilaksanakan Pada :
  • Hari/Tanggal :  Rabu, 16 September 2020
  • Jam                           :  09.00 s.d selesai
  • Online Zoom Meeting

Download Paparan

Lomba Karya Ilmiah Inovasi Teknologi Tahun 2019

Persyaratan Peserta Lomba Karya Ilmiah Inovasi Teknologi Tahun 2019:

1. Berkewarganegaraan Indonesia, berdomisili di Kabupaten Cirebon. (dengan melampirkan fotocopy KTP yang masih berlaku bagi penduduk Kabupaten Cirebon).
2. Bagi peserta SMA adalah siswa yang masih terdaftar di SMA/MA, SMK se-Kabupaten Cirebon yang disahkan dengan surat keterangan dari kepala sekolah.
3. Peserta tingkat mahasiswa se-Kota & Kabupaten adalah yang berumur 19-30 tahun pada saat presentasi karya ilmiah.
4. Peserta dapat terdiri dari perorangan dan atau kelompok terdiri dari 3 orang.
5. Belum pernah mempresentasikan karya tulis yang sama pada lomba lainnya.
6. Lokus penelitian berada di Kabupaten Cirebon.

Lomba Inovasi Teknologi Tahun 2019

Persyaratan Peserta Lomba Inovasi Teknologi Tahun 2019 :

1. Lomba Terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.
2. Peserta adalah individu/kelompok tim.
3. Peserta adalah warga negara Indonesia, berdomisili di Kabupaten Cirebon (dengan melampirkan fotocopy KTP yang masih berlaku bagi penduduk Kabupaten Cirebon).
4. Peserta Kelompok/Tim adalah kelompok masyarakat di Kabupaten Cirebon dengan jumlah maksimal 3 (tiga) orang.
5. Peserta hanya diperbolehkan mengikutsertakan 1 (satu) bidang inovasi yang akan dilombakan.
6. Inovasi belum pernah mendapatkan juara (menang) dalam lomba dimanapun dan bukan hasil plagiasi (dengan surat pernyataan bermaterai 6000). Penyempurnaan terhadap inovasi yang pernah dibuat dan memenangkan penghargaan sebelumnya diijinkan untuk diikutsertakan.
7. Peserta mendaftar secara online dengan mengisi formulir yang disediakan Kabupaten Cirebon pada email litbangkabcirebon@gmail.com
8. Inovasi bisa berupa alat, sistem, software, prototype.
9. Inovasi yang diikutkan dalam lomba harus memperhatikan. Tingkat kesiapterapan teknologi (TKT) sebagai indikator yang menunjukkan seberapa siap atau kematangan suatu inovasi atau teknologi dapat diterapkan atau diadopsi oleh pengguna atau calon pengguna.
10. Lokus inovasi berada di Kabupaten Cirebon.

Lomba Inovasi Sosial Tahun 2019

Persyaratan Peserta Lomba Inovasi Sosial Tahun 2019:

1. Lomba Terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.
2. Peserta adalah individu/kelompok/tim (tingkat SMA, SMK, MA dan Umum/Mahasiswa)
3. Peserta adalah warga negara Indonesia, berdomisili di Kabupaten Cirebon (dengan melampirkan fotocopy KTP yang masih berlaku bagi penduduk Kabupaten Cirebon).
4. Peserta Kelompok/Tim adalah kelompok masyarakat di Kabupaten Cirebon dengan jumlah maksimal 3 (tiga) orang.
5. Peserta hanya diperbolehkan mengikutsertakan 1 (satu) bidang inovasi yang akan dilombakan.
6. Inovasi belum pernah mendapatkan juara (menang) dalam lomba dimanapun dan bukan hasil plagiasi (dengan surat pernyataan bermaterai 6000). Penyempurnaan terhadap inovasi yang pernah dibuat dan memenangkan penghargaan sebelumnya diijinkan untuk diikutsertakan.
7. Peserta mendaftar secara online dengan mengisi formulir yang disediakan Kabupaten Cirebon pada email litbangkabcirebon@gmail.com
8. Lokus inovasi berada di Kabupaten Cirebon.

1 2